6 Keuntungan Mempekerjakan Freelancer, Apa Saja?

 

Kemajuan teknologi tidak bisa diprediksi siapapun, tugas kita hanya mengikuti alur dan memiliki pemikiran flexible untuk ikut berlari sama kencang dengan kecepatan gerak dunia digital. Berlaku juga untuk para pelaku usaha atau pemililk sebuah perusahaan.

 

Di beberapa negara asing, banyak perusahaan yang sudah menerapkan system Gig Economy. Sebuah tren di mana para pelaku usaha lebih banyak mempekerjakan para freelancer atau pekerja kontrak untuk mendukung produksi mereka.

 

Salah satu contohnya, perekonomian informal di Amerika Serikat sudah mengalami pertumbuhan signifikan. Bahkan menurut data Global Big Economy Index, para pekerja lepas di sana memiliki pendapatan hingga 78 persen. Angka ini terus bertambah setiap tahun.

 

Dunia digital terus bergerak, industri kreatif semakin banyak dengan persaingan yang semakin ketat. Tidak ikut arus, sama dengan mati di tempat, alias ketinggalan zaman. Saatnya para pelaku usaha berpikir lebih luas untuk memilih para pekerja handal namun tetap efisien.

 

freelancer

 

Salah satu cara terbaik, adalah dengan meng-hire para freelancer handal.

Yup, untuk menjalankan roda perusahaan berlari kencang, dalam beberapa profesi dan tenaga ahli, para pelaku usaha pasti butuh pekerja yang bisa diandalkan, berpikir kreatif, namun budget tetap irit. Jawaban terbaik tentu saja dengan menggunakan para pekerja lepas. Tidak terikat perusahaan, namun dedikasi dan tanggung jawab bisa jadi lebih unggul daripada mempekerjakan karyawan dengan waktu penuh.

 

 

Mengapa harus memakai jasa freelancer?

 

  1. Lebih hemat

 

harga hemat

 

Coba bandingkan ketika perusahaan harus membayar karyawan sebulan penuh, dengan waktu kerja 7 jam perhari, sementara efektivitas pekerjaan mereka hanya dibutuhkan 3-4 jam dalam sehari penuh. Dengan membayar tenaga 3-4 jam freelancer mungkin lebih mahal, tapi jika tenaganya hanya dibutuhkan 2x seminggu, tentu lebih hemat anggaran dibanding membayar karyawan dalam waktu satu tahun penuh. Pelaku usaha akan menghemat budget perorangan, termasuk ruang kerja, waktu jam makan siang, asuransi, hingga tunjangan. Freelancer tidak butuh semua itu.

 

  1. Waktu lebih flexible

 

waktu flexible

 

Para freelancer pasti bertanggungjawab pada deadline yang sudah ditentukan. Bahkan banyak freelancer yang bersedia dikontak 1×24 jam ketika mengerjakan sebuah project. Tidak terikat waktu kerja, tapi tenaga pekerja lepas lebih fleksibel untuk dihubungi, hingga mengerjakan revisi.

 

  1. Lebih cepat dan tepat waktu

 

cepat dan tepat waktu

 

Karena waktu freelancer tidak terikat, biasanya justru lebih bekerja keras untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Ketika waktu begitu penting untuk seorang freelancer. Project yang cepat beres, berarti pendapat juga semakin banyak, bukan?

 

  1. Kreatif dan obyektif

 

kreatif

 

Para freelancer dengan jiwa kreatif lebih memiliki ruang terbuka bebas yang bisa memunculkan ide segar di luar lingkup perusahaan. Jelas ini sangat menguntungkan untuk pelaku usaha yang butuh inside positif dari ‘orang luar’ namun memiliki andil para perusahaan.

 

  1. Tanggung jawab

 

tanggung jawab

 

Meski freelancer tidak bertanggungjawab pada perusahaan secara penuh, tapi project yang dibeban tugaskan pasti akan dikerjakan sama detail dan sungguh-sungguhnya seperti karyawan penuh waktu.

 

  1. Mudah diganti

 

professional reliable

 

Andai para pelaku usaha tidak menemukan freelancer yang kompeten atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, freelancer bisa di-replace dengan mudah di project berikutnya. Tentu dengan tidak melanggar kontrak yang sudah dibuat. Lebih mudah dibanding memecat karyawan dengan kriteria buruk.

Tentu saja para pelaku usaha harus menemukan freelancer yang bisa diandalkan. Karena ketika kebetulan bertemu dengan freelancer yang tidak bertanggungjawab, tetap saja rugi waktu dan rugi uang yang lebih banyak. Sekarang sudah banyak situs untuk mencari freelancer yang memiliki kapabilitas mumpuni. Jika sudah ketemu, silakan pertahankan.